Di kaki langit za duduk termenung sediri,,,
membayangkan ko hadir di depan za degan senyum manismu,,,
dan sapaan hangat darimu,,,
sesekali za padangi langit berawan,,,
berharap awan itu bisa melukiskan ko puw wajah di atas sana,
setidaknya ko puw senyum,,
namun apadaya za hanya bisa memandanginya dari bawah,,
za puw tangan tak sanggup meraih,,,saat angin datang merubah formasi awan,
za berharap angin dengar za puw kata hati,,,
ternyata kosong,,,
ia justru datang membawah awan itu pergi tanpa tersisa sedikitpun
kini lengkap suda za semdiri dalam kesunyian ini,,,seperti pohon tanpa daun di padang pasir yang tandus,,,